Kamis 28 Agustus 2008.
Ketetapan Allah yang begitu berat untuk dijalani. Hari ini aku harus mengikhlaskan kekuatan hidupku untuk pergi selama – lamanya. Ayahandaku tercinta hari ini telah berpulang ke Rahmatullah.
Innalillahi Wa Innailaihi Roji`un
Sebelumnya tak pernah terpikir olehku beliau akan pergi secepat ini. Tetapi aku harus ikhlas melepas beliau pergi karena beliau pergi ke tempat yang abadi dimana disana beliau tak perlu lagi memikirkan urusan duniawi. Walaupun sebenarnya hati ini tak bisa dilukiskan bagaimana rasanya. Apalagi aku tak bisa mengantar beliau ke peristirahatan terakhir karena aku masih di Jakarta dalam kondisi yang tak memungkinkan untuk secepatnya sampai di Blitar. Tapi aku yakin ayahku mengerti dan membenarkan pemikiranku untuk mempercepat pemakaman tanpa harus menungguku. Aku dan suami baru sampai di Blitar keesokan paginya. Bisa kurasakan kesedihan dan keikhlasan pada ibu dan adikq. Tapi inilah ketetapan Allah. Aku dan keluarga harus menerimanya.





alsa dan teman-teman turut berduka cita atas meninggalnya ayahandanya bu.yuni hmmmmm………..ayah
maaf, baru tau berita ini. saya mengucapkan belasungkawa yang dalam…semoga bapak bu yuni diterima di sisi-Nya…Innalillahi wa ina ilaihi…
wassalam
Terima kasih atas doanya
Allaahummaghfirlahu warhamhu, wa ‘afihii wafu anhu, wa akrim nuzulahu wa wassi madkhalahu… Aminn
Innalillahi Wa Innailaihi Roji`un
Yang tabah ya!
buat mas heri n achoey thank banget
Dalam hidup ada yang datang dan ada pula yang pergi, yang pergi terasa berat yang ditinggalkan terasa lebih berat hanya karena satu alasan “kasih sayang”. Rizal & ATIK turut ikut berbela sungkawa…..semoga tabah Bu mohon kita semua temen hanya bisa mendo’akan agar Ayahanda diterima dan mendapat tempat yang layak sesuai dengan amal kebaikannya …Amin, “HANYA KEIKHLASAN YANG MEMBUAT INSAN SEMAKIN TEGAR”